The Story Our Love / LB / Romance – Angst (?) – Drama / Sehun Exo -Yoona SNSD (SeNa/SeYoon / YoonHun ) / Drable Series.
Series 2
Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Siapa yang menyangka jika seorang Im Yoona, gadis biasa bisa masuk ke salah satu universitas nomor satu di seoul. Ia bukanlah gadis kaya raya yang hanya masuk ke unversitas berkat bantuan orang tua. Ia adalah gadis ’biasa’, ketika semua orang bisa menikmati hari luang dengan bersantai tapi tidak dengannya. Ia harus bekerja untuk hidupnya, jika tidak ia tidak akan tau lagi bagaimana ia harus melanjutkan kuliahnya, hanya berbekal kemampuannya di bidang desainer ia bisa mendapatkan beasiswa yang tak di sengaja saat itu.
Kembali ke masa lalu, awalnya Yoona adalah pengamat pakaian amatiran. Im Yoona memiliki cita-cita sebagai desainer, beruntungnya Tuhan memberikan bakat untuk menunjukkan kemudahannya menjadi desainer. Setiap ia mengunjungi beberapa toko pakaian, ia selalu mencoba untuk membuat sktesa dengan menggabungkan beberapa dress dan yang lainnya, hasilnya salah seorang desainer membeli hasil sketsanya dan di universitas itulah ia memperdalam ilmunya. Berharap suatu hari nanti ia bisa menjadi desainer terkenal seperti Alexander McQueen.
Beruntungnya juga ia memiliki sahabat yang sophaholic, sehingga ia bisa meminta pendapat dari sahabatnya itu. Hidup sendiri tidak menjadi hambatan untuk melanjutkan cita-citanya, toh sekarang ia juga memiliki pekerjaan sampingan di salah satu café kopi, coffe café. Ia harus berganti shif dengan rekan sekerjanya jika ia pergi kuliah.
~8.8~
“Yoona-ya, kau sudah mengerjakan tugas dari Dosen Park belum?” Tanya gadis tinggi dengan rambut blonde, siapa lagi kalau bukan Nana.
Gadis yang di Tanya menoleh, “Sudah.. kau?”
Nana tersenyum kikuk, lalu menggeleng
“Tsk, sudah ku tebak. Kemana saja kau semalam? Menghayati semua majalah fashion mu yang baru kau beli kemarin?” sindinya.
Nana mencibir sahabatnya, “ majalah itu baru saja terbit, sayang sekali jika tidak di lihat. Apa kau tau, valentine baru saja mengeluarkan rancangan baru, dan semuanya sangat bagus, kali ini sepertinya ia menggabungkan model tahun 60an dan 90an. Ah, dia hebat sekali.. aku ingin membeli semua hasil rancangannya..”
Yoona menggeleng, ia sangat tahu kalau Nana penggemar Valentino, desainer asal Italy. Jika sudah berbicara tentang desainernya bisa seperti dongeng. Diam-diam ia beranjak ke luar kelas. Sedangkan nana masih belum menyadari sahabatnya sudah pergi.
“Ya!! Kau mau kemana!”
“perpustakaan.. kau mau ikut?”
“bagaimana dengan dosen Park?”
“dia tidak masuk hari ini”
“Sungguh?”
Yoona mengangguk, meskipun ia sudah tau sahabatnya itu alergi dengan perpustakaan, namun ia hanya basa-basi saja.
“Yoona-ya, aku menunggumudi kantin saja ya? Kau tidak lama kan?”Tanya Nana.
“aku hanya ingin meminjam buku saja.. kau yakin tidak mau ikut?”
Nana menggeleng
“Ya sudah aku duluan kalau begitu..”
~8.8~
Yoona mengelilingi rak buku mencari sesuatu yang dicarinya. Tubuhnya yang tinggi masih belum bisa menjangkau letak buku tersebut. Ia terus saja berjinjit menggapai buku berwarna biru, tapi tak urung juga dapat. Tubuhnya terpaku saat merasakan hembusan nafas seseorang yang dekat dengannya. Ia mendongak melihat tangan seseorang meraih buku tersebut dan mencoba membalikkan tubuhnya. Yoona masih dalam keadaan shock ketika seorang namja berperawakan tinggi sekitar 186 berkulit putih dengan jarak yang amat sangat dekat dengannya. Yoona tampak kikuk, bahkan menelan ludahnya saja sangat sulit. Ia bisa melihat leher putih namja di hadapannya.
Sehun yang tak sengaja lewat melihat seseorang yang sangat di kenalnya sedang mencoba meraih buku, ia tersenyum simpul saat melihat ekspresi gadis itu. tangannya terulur membantu mengambil benda yang diinginkan Yoona. Tidak ada yang tau termasuk gadis itu jika seorang Oh Sehun sebenarnya sedang berusaha mengontrol jantungnya, namun ia terlalu gengsi dan berpura-pura ‘cool’.
“Sunbae, kau menginginkan ini?”Tanya Sehun menyodorkan buku yang diambilnya tadi.
“Ah, n..ne”jawab Yoona masih kikuk.
Sehun menahan tawanya melihat wajah Yoona yang sudah memerah bak kepiting rebus.
“Go..gom.mawo”tukas Yoona lalu mengambil buku dari tangan Sehun. “kalau begitu aku permisi dulu.. sekali lagi terima kasih sudah mengambilkannya untukku”
Yoona buru-buru pergi, entah kenapa ia tidak bisa mengontrol jantungnya. Begitupula Sehun yang masih diam di tempatnya takbisa lagi menahan senyumnya, tangannya memegang dadanya merasakan detak jantungnya yang cepat.
“Sehun-ah, kau kenapa? Apa jantungmu sakit?” Tanya Jongin yang tiba-tiba muncul dari rak sebelah. Jongin mengernyit melihat sikap sahabtnya aneh, jika dada sehun sakit kenapa ia tersenyum bukankah seharusnya ia meringis kesakitan, atau jika sehun terkena Asma bukankah seharusnya sehun megap-megap seperti ikan yang berada di daratan mencari oksigen.
“Sehun-ah, kau kenapa? Ya! katakan padaku!!”
Jongin mengguncang sahabatnya itu, guncangannya terhenti ketika sehun menatapnya. Jongin bergidik saat sehun mendekatinya.
“Ya!! apa yang kau lakukan? Aku masih normal”panic Jongin
Tiba-tiba Sehun memeluknya sambil memutar-mutarkan badan Jongin.
“Kkamjong-ah, aku bahagia sekali hari ini”
~8.8~
“Mwo!! Jadi kau memelukku seperti tadi sampai aku hamper kehabisan nafas karna
kau bertemu dengan Yoona Sunbae?”
Sehun mengangguk tapi kali ini wajahnya kembali datar tapi dalam hatinya ia sangat senang. Jongin mendengus kesal, tanganya mendarat memukul kepala Sehun membuat namja tinggi itu menatapnya sakarstik.
“Ya!! kau hamper membunuhku. Aku pikir kau menyukaiku, karna ekspresimu itu berbeda ternyata karna Sunbae. Kenapa tidak kau katakan langsung saja kalau kau menyukainya. Paboya..”rutuk jongin.
“Molla, aku sendiri tidak bisa mengontrol jantungku”
“Omo!! Oh Sehun, pangeran kampus yang tak tertandingi ketampanannya kenapa kau ini lucu sekali. Kalau semua yoeja melihat sifat aslimu itu, mereka akan berpikir dua kali untuk mengidolakanmu”cibir Jongin.
“Ck, Kau..”
Sehun tak terima di ejek sahabatnya dan Jonginpun tau kalau sehun akan menghajarnya. Sebelum itu terjadi jongin berlari menghindari sehun dan terjadilah saling kejar mengejar di taman kampus.
~8.8~
Masih dengan wajah Shocknya, Yoona menghampiri Nana yang sedang memainkan tablet berwarna putih di atas meja. Tanpa izin pada yang punya, Yoona menyambar jus dan menghabiskannya.
“ya! Im Yoona, itu milikku, kenapa kau menghab… Omo!! Apa yang terjadi? Ada apa denganmu Yoona-ya?”Tanya Nana panic saat melihat Yoona.
Bagaimana tidak panik ketika melihat sahabat dengan wajah memerah dan Shock.
“Yoona~, katakan ada apa? Kau melihat apa? Tarik nafasmu dulu.. lalu keluarkan”
Yoona mencoba mengikuti saran Nana, setelah ia bisa tenang barulah ia menceritakan kejadian tadi. Awalnya tak ada reaksi apapun dari Nana, mimik mukanya bisa terlihat seperti sedang terkejut dengan cerita Yoona. Tak lama, iatertawa keras membuat seisi kantin menatap mereka seakan berkata dia-sudah-gila.
“Kim Nana. Pelankan sedikit suaramu. Mereka melihat kita.”
Nana melirik sekitarnya, namun masih tertawa tertahan. “Yoona-ya, kau lucu sekali. Bertemu dengan pria saja kau sudah seperti melihat hantu. Dan.. phufftt.. apa tadi katamu dia Hoobae kita, hahaha.. memangnya dia tampan? Atau kau shock karna dia sangat jelek? Hahaha..”
“Nana-ya, kalau kau terus mentertawakanku, aku tidak akan menemanimu Shopping lagi”ancam Yoona seketika Nana berhenti tertawa.
“tapi ini pertama kalinya aku melihatmu seperti tadi. Jeongmal, kau lucu sekali. Kira-kira apa namja itu juga tertawa sepertiku?”
“Aku tidak tau,” lirih yoona malu.
Nana kembali tertawa tidka perduli tatapan tajam sahabatnya.
“Arraseo, ayo kita pulang. Malam ini aku tidur di tempatmu saja.. Eomma dan Appa sedang pergi ke busan.”
~8.8~
To Be Contuined

